Berburu hewan Bagi Masyarakat Desa Sukajaya, Sumedang

Pernah dengar kan kata ‘Berburu Hewan‘? ya pastilah yah.. nah berburu hewan itu kalo dikaitin dengan kehidupan suatu masyarakat akan menciptakan suatu pandangan dimana berburu hewan seolah-olah menjadi sinonim dari keprimitifan, keterbelakangan, atau lain istilah yang secitra. Jaman sekarang berburu hewan mah ga lagi tuh jadi mata pencaharian tapi udah jadi hobi aja.. dan kalau diliyat dari tempat komunitas berburu hewan yang formal which mean PERBAKIN, hobi berburu hewan tuh musti kudu wajib menyediakan “budget” yang ga sedikit loh… ya musti nyewa mobil buat off road, lampu sorot lah, ijin berburu hewan, biaya bensin, uang makan, uang transportasi dan lain-lain.. itu kalau berburu hewan yang dilakukan oleh orang-orang di daerah perkotaan.. nah kalau masyarakat desa gmn?!

Untuk beberapa desa yang masih dikelilingi daerah hutan yang cukup alami, khususnya Desa Sukajaya, Kebupaten Sumedang, berburu hewan masih dilakukan.. sebernanya sih, beberapa tempat di Indonesia ini banyak juga yang masih berburu hewan sebagai salah satu mata pencahariannya.. contohnya ya masyarakat Baduy..

FYI, Untuk masyarakat Penan dan Benalui, Kalimantan Timur, ada beberapa cara dalam berburu hewan loh.. seperti ngaso (berburu dengan menggunakan anjing), ngeleput (berburu dengan menggunakan sumpit beracun), mabang satong (berburu/menyergap hewan yang sedang berenang), mabang sungan (menyergap hewan buruan pada perairan air asin), nyalapang (berburu dengan menggunakan senapan), nedok (berburu monyet berekor panjang dengan meniru), nyaut (berburu dengan perangkap) dan pusi (berburu dengan menggunakan tombak) (Puri, 2005).

Nah kalo cara berburu hewan di Desa Sukajaya itu juga ada beberapa cara yaitu

No

Cara berburu Hewan

Keterangan

1.

Paser/susumpit

merupakan istilah untuk cara berburu hewan, khususnya burung, dengan menggunakan bambu sumpit/awi tamiang (Schizostachyum blumei Nees) yang diruncingkan di salah satu ujungnya, sedangkan ujung yang lainnya diberi sejenis bulu-buluan yang terbuat dari tumbuhan kapuk (Ceiba pentandra L. Gaertn). Paser/susumpit biasanya dilakukan pada sore hari di daerah tepian hutan atau bahkan di daerah pemukiman penduduk.

2.

Moro

atau berburu hewan dengan menggunakan anjing, umumnya dilakukan dari dini hingga menjelang malam hari.

3.

Berburu dengan menggunakan senapan angin

biasanya dilakukan untuk berburu hewan seperti burung dan hewan lainnya. Berburu dengan menggunakan senapan angin sekarang ini sudah jarang dilakukan. Berburu dengan senapan angin dan berburu dengan anjing biasanya dilakukan bersamaan.

nah cara-cara yang seperti disebutkan diatas merupakan cara berburu hewan secara tadisional.. pengen tahu bedanya cara berburu hewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: